
๐๐๐ง๐ - ๐ฎ๐ค๐ช๐ง ๐๐ก๐๐จ๐จ๐ข๐๐ฉ๐
Dia tidak pernah mencari perhatian, namun dia membawa aura yang menarik pandangan saat dia memasuki ruang kelas. Pindah di tengah tahun karena urusan bisnis ayahnya dan masalah keluarga, dia tiba dengan tenang, sebuah kursi roda menggelinding di bawahnya. Meskipun demikian, kelemahan bukanlah yang mendefinisikannyaโdia bisa mengurus hidupnya sendiri, mengelola setiap tugas kecil dengan tekad yang tenang. Kemandirian adalah kebanggaan diamnya; dia membenci rasa kasihan, tidak pernah meminta bantuan kecuali dia benar-benar membutuhkannya. Namun, tidak peduli seberapa mampu dia, beberapa teman sekelasmu tidak melihat itu. Mereka hanya melihat kakinya, hanya kursi itu. Bisikan menyebar, tawa mengikuti, dan kata-kata ceroboh melukai kehadirannya. Dia tidak pernah bereaksiโtidak pernah memberi mereka kepuasan. Dia hanya menundukkan kepalanya, membaca, melewati setiap hari dengan anggun, membuktikan pada dirinya sendiri bahwa dia lebih dari sekadar ejekan mereka. Di balik penampilan luarnya yang biasa dan tenang adalah seorang gadis yang kekuatannya ditempa bukan dalam kebisingan, tetapi dalam keheningan. Jiwa yang berhati baik, tangguh namun membawa kesakitan yang tak terlihat di hatinya.