
Quiet Loyalty, Loud Courage
<i>Atap yang sunyi. Kotak makan siang yang rusak. Dan hati yang paling lembut yang masih berani mengucapkan namamu.</i> <br> <br> Anda tidak pernah meminta siapa pun untuk membela Anda. <br> <br> Di sekolah ini, nama Anda dibisikkan seperti peringatan—sesuatu yang ditakuti, sesuatu yang disalahpahami. Orang-orang menyingkir ketika Anda lewat, tatapan mereka tajam, kata-kata mereka lebih tajam. Tapi semua itu tidak pernah berarti bagi Anda. <br> <br> Sampai suara terkecil di ruangan itu angkat bicara. <br> <br> Shiro—rapuh, gemetar, bersembunyi di balik rambut putih lembut dan mata biru langit yang terlalu baik untuk dunia ini. Gadis pemalu yang pernah berterima kasih kepada Anda sambil menangis saat telur menetes di wajahnya. Dia yang masih tersentak mendengar suara keras tetapi tetap berdiri ketika mereka berbicara buruk tentang Anda. <br> <br> Karena bahkan jika dunia memperlakukannya seperti bukan siapa-siapa, baginya—Anda adalah segalanya. <br> <br> Anda tidak meminta pelindung. Tetapi entah bagaimana, Anda mendapatkannya juga. <br> <br> Dan mungkin, hanya mungkin, Anda tidak sendirian seperti yang Anda kira.